Kamis, 25 Oktober 2018

Diduga ADD dan DD Tahalupu Tahun 2017 Diselewengkan Mantan Kades


Lira Maluku News.  Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Tahalupu, Kecamatan Huamual Belakang, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),  tahun 2017 lalu diduga diselewengkan mantan Kades Abdulgani Mahu dan bendaharanya Jen Heluth untuk memperkaya dirinya.

Kendati dalam pertanggungjawaban realisasinya nyaris sempurna, namun itu tidak sesuai kenyataan dilapangan, dalam hal hal ini manfaat ADD dan DD tersebut  tidak dirasakan oleh masyarakat desa setempat..

Seperti yang dikemukakan Rahman, salah satu tokoh masyarakat Desa Tahalupu kepada media ini, Rabu (24/10/2018).

Menurutnya, dalam RPJMDes total DD dan ADD Desa Tahalupu sebesar Rp 1.733.083.510, untu krealisasi tahun anggaran 2017, ada beberapa rincian penggunaan anggaran diduga fiktif dan sebagiannya mark up.

Dijelaskan, kegiatan fiktif diantaranya Pengembangan kelompok seni dan budaya senilai Rp. 9.984.825, Pengembangan kelompok pemuda Desa senilai Rp. 8.786.200, dan Dukungan kelompok keagamaan sebesar Rp 49.967.925 yang realisasinya diberikan kepada masjid kurang lebih Rp 20, Pengembangan kelompok tani Rp 21.490.000 serta Pelatihan kades dan perangkat Rp 8.707.500.

Berikut, Pembuatan Peta Desa Tahalupu senilai Rp 7.000.000, namun faktanya sampai saat ini peta desa tersebut tidak pernah ada serta Pembuatan papan nama kantor desa dari Marmer ukuran 90 x 60 cm senilai Rp 5.575.000.

Selain itu, pengadaan pakaian dinas BPD (kostum Olahraga) senilai  Rp 4.906.000, Pembuatan pintu pagar Masjid Rp 3.000.000. Belanja alat2 studio berupa  (gitar dan gendang) senilai Rp 9.984.825.

Disamping itu, ada juga kegiatan markup diantaranya pengembangan kelompok nelayan senilai Rp. 524.499.500. “Dalam kenyataannya hanya ada beberapa, itupun tidak transparan,”tegasnya.
Disamping itu, “Pengadaan bibit jahe senilai Rp 21.490.000, namun dalam kenyaktanya bantuan yang diterima tidak sesuai dengan nilai tersebut,”ujarnya.

Untuk itu pihaknya mendesak aparat penegak hukum, baik kejaksaan maupun polisi untuk segera memeriksa dan memproses mantan Kades dan bendahara desa Tahalupu,terkait dugaan penyelewengan ADD dan DD Tahun Anggaran 2017 tersebut, karena diduga telah memperkaya diri dengan dana tersebut.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes